Desa Sejahtera, Agamis, Maju, Profesional, Kreatif, Conggeang Kulon

POTENSI DESA

Keadaan Ekonomi

Tingkat pendapatan rata-rata penduduk Desa Conggeang Kulon Rp. 1.000.000 Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Conggeang Kulon dapat teridentifikasi ke dalam beberapa sector yaitu pertanian, jasa/perdagangan,industry dan lain-lain. 


Berdasarkan data yang ada, masyarakat yang bekerja di sektor pertanian berjumlah 323 orang, yang bekerja di sector jasa berjumlah 41 orang, yang bekerja di sector industry 169 orang, dan bekerja di sektor lain-lain 61 orang. 


Dengan demikian jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian berjumlah 2.267 orang.


Pengangguran di Desa Conggeang Kulon masih cukup rendah. Berdasarkan data lain dinyatakan bahwa jumlah penduduk usia 20-55 yang belum bekerja berjumlah 25 orang dari jumlah angkatan kerja sekitar 809 orang. Angka-angka inilah yang merupakan kisaran angka pengangguran di Desa Conggeang Kulon

Mata Pencaharian dan Jumlahnya

Jenis Mata Pencaharian Jumlah
Petani 323 orang
Buruh Tani 41 orang
Pedagang 744 orang
PNS 121 orang
TNI/Polri 7 orang
Karyawan Swasta 169 orang
Wira usaha lainnya 61 orang

Pendidikan Masyarakat

No Keterangan Jumlah Prosentase
1 Buta Huruf Usia 10 tahun ke atas - 0
2 Usia Pra-Sekolah 560 14,9 %
3 Belum Tamat SD 286 7,6 %
4 Tamat Sekolah SD 1.281 34 %
5 Tamat Sekolah SMP 545 14,5 %
6 Tamat Sekolah SMA 809 21,5 %
7 Tamat Sekolah PT/ Akademi 285 7,5 %
Jumlah Total 3.766 100 %

Tamatan Sekolah Masyarakat

Dari data pada tabel menunjukan bahwa mayoritas penduduk Desa Conggeang  Kulon mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan SMA.  

 

Dalam hal kesediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadaai dan mumpuni, keadaan ini merupakan tantangan tersendiri.

 

Rendahnya kualitas tingkat pendidikan di Desa Conggeang Kulon tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. 

 

Sarana pendidikan di Desa Conggeang Kulon baru tersedia di tingkat pendidikan dasar 9 tahun (SD dan SMP), sementara untuk pendidikan tingkat menengah keatas berada di tempat lain yang relative jauh.

Sebenarnya ada solusi yang bisas menjadi alternative bagi persoalan rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Conggeang Kulon yaitu melalui pelatihan dan kursus. Namun sarana atau lembaga ini ternyata juga belum tersedia dengan baik di Desa Conggeang Kulon.Bahkan beberapa lembaga bimbingan belajar dan pelatihan yang pernah ada tidak bisa berkembang.


Dengan adanya perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam konteks politik lokal Desa Conggeang Kulon, hal ini tergambar dalam pemilihan kepala desa dan pemilihan-pemilihan lain (pilleg, pilpres, pemillukada, dan pemilugub) yang juga melibatkan warga masyarakat desa secara umum.


Khusus untuk pemilihan Kepala Desa Conggeang Kulon sebagaimana tradisi kepala desa di Jawa, biasanya para peserta (kandidat) nya adalah mereka yang memiliki hubungan dengan elit kepala desa yang lama. Hal ini tidak terlepas dari anggapan masyarakat banyak di desa-desa bahwa jabatan kepala desa adalah jabatan garis tangan keluarga-keluarga tersebut. Fenomena inilah yang biasa disebut pulung –dalam tradisi jawa- bagi keluarga-keluarga tersebut.


Jabatan kepala desa merupakan jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada anak cucu. Mereka dipilh karena kecerdasan, etos kerja, kejujuran dan kedekatannya dengan warga desa. Kepala desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika ia melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Begitu pula ia bisa diganti jika ia berhalangan tetap.


Karena demikian, maka setiap orang yang memiliki dan memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundangan dan peraturan yang berlaku, bisa mengajukan diri untuk mendaftar menjadi kandidat kepala desa.


Walaupun pola kepemimpinan ada di Kepala Desa namun mekanisme pengambilan keputusan selalu ada pelibatan masyarakat baik lewat lembaga resmi desa seperti Badan Permusyawaratan Desa maupun lewat masyarakat langsung. Dengan demikian terlihat bahwa pola kepemimpinan di Wilayah Desa Conggeang Kulon mengedepankan pola kepemimpinan yang demokratis.


Berdasarkan deskripsi beberapa fakta di atas, dapat dipahami bahwa Desa Conggeang Kulon mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini terlihat baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan sistem politik demokratis ke dalam kehidupan politik lokal. Tetapi terhadap minat politik daerah dan nasional terlihat masih kurang antusias. Hal ini dapat dimengerti dikarenakan dinamika politik nasional dalam kehidupan keseharian masyarakat Desa Conggeang Kulon kurang mempunyai greget, terutama yang berkaitan dengan permasalahan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara langsung.


Berkaitan dengan letaknya yang berada diperbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah suasana budaya masyarakat Jawa sangat terasa di Desa Conggeang Kulon Dalam hal kegiatan agama Islam misalnya, suasananya sangat dipengaruhi oleh aspek budaya dan sosial Jawa. Hal ini tergambar dari dipakainya kalender Jawa/ Islam, masih adanya budaya nyadran, slametan, tahlilan, mithoni, dan lainnya, yang semuanya merefleksikan sisi-sisi akulturasi budaya Islam dan Jawa.


Dengan semakin terbukanya masyarakat terhadap arus informasi, hal-hal lama ini mulai mendapat respon dan tafsir balik dari masyarakat. Hal ini menandai babak baru dinamika sosial dan budaya, sekaligus tantangan baru bersama masyarakat Desa Conggeang Kulon Dalam rangka merespon tradisi lama ini telah mewabah dan menjamur kelembagaan sosial, politik, agama, dan budaya di Desa Conggeang Kulon. Tentunya hal ini membutuhkan kearifan tersendiri, sebab walaupun secara budaya berlembaga dan berorganisasi adalah baik tetapi secara sosiologis ia akan beresiko menghadirkan kerawanan dan konflik sosial.


Dalam catatan sejarah, selama ini belum pernah terjadi bencana alam dan sosial yang cukup berarti di Desa Conggeang Kulon Isu-isu terkait tema ini, seperti kemiskinan dan bencana alam, tidak sampai pada titik kronis yang membahayakan masyarakat dan sosial.

Back to top button