Berita Desa

Pemerintah Desa Conggeang Kulon Tampilkan Data Penerima Bansos ke Publik

Kantor Desa, conggeangkulon.desa.id – Pemerintah Desa Conggeang Kulon, Kecamatan Conggeang, menempelkan laporan data para penerima bantuan sosial bagi warga miskin terdampak COVID-19 di kantor desa, untuk menjamin transparansi.

“Kami pasang data penerina bansos sebagai wujud transparansi kepada masyarakat dengan memberikan informasi lengkap by name by addres (alamat lengkap) data penerima bansos”,

Selain di kantor desa, juga rencananya di pasang sejumlah tempat posyandu dan ibadah,” kata Memed Ahmad Samsuri, Aparat Desa Conggeang Kulon saat di wawancarai conggeangkulon.desa.id di kantor desa, Sabtu (30/05/20) malam hari.

Menurut ia, tempat posyandu dan ibadah dipilih untuk memperluas akses masyarakat mengetahui data penerima bansos itu, di antaranya di Masjid Cipatat Al-Hikam, dan 3 Posyandu Dusun cibodas, 1 Posyandu Dusun Kawungluwuk, 1 Posyandu Dusun Conggeang.

Memed mengatakan, transparansi juga berguna untuk meredam keresahan masyarakat, mengingat berbagai bantuan yang ada penyalurannya tidak serentak sehingga terkadang menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian masyarakat yang merasa tidak mendapat bantuan.

Padahal, kata Memed, mereka belum gilirannya untuk menerima bansos.

“Masyarakat bisa tahu, ia dapat bantuan atau tidak. Bantuan apa yang bisa didapatkannya, kapan jadwalnya dan seterusnya, sehingga tidak timbul keresahan yang sampai diumbar ke media sosial,” tuturnya.

Memed menegaskan bahwa upaya untuk memublikasikan data penerima bansos itu merupakan bagian untuk memaksimalkan program pelaporan secara daring sebagaimana arahan dari Camat Conggeang.

Dengan pemasangan laporan data penerima bansos, lanjut Memed, jika ada warga yang tahu bahwa tetangga atau saudaranya yang seharusnya masuk data tetapi belum mendapatkan, bisa langsung melaporkan.

Data yang dipasang tersebut meliputi penerima bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga dana desa dan semuanya berbasis nama, alamat, sehingga bisa langsung diverifikasi.

Di masing-masing tempat pengumuman juga dilengkapi dengan kontak person untuk pelaporan dan masyarakat bisa menelpon secara langsung ataupun datang ke kantor desa. (AA)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button