Berita Desa

Kepala Desa Conggeang Kulon Buka Sosialisasi Perlindungan Anak

conggeangkulon.desa.id – Untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak, Kepala Desa Conggeang Kulon, Asep Kusdinar mengimbau kepada seluruh Kader agar segera mensosialisasikan Kelompok Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Imbauan tersebut disampaikannya dalam acara Sosialisasi PATBM bagi kader PKK di Aula Desa Conggeang Kulon, Senin (28/12/2021).

Kepada para kader, Asep menyampaikan, PATBM adalah sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga masyarakat yang bekerja secara terpadu untuk mencapai tujuan perlindungan anak.

Menurutnya, pemerintah desa akan mendukung program kegiatan yang mendorong terpenuhinya perlindungan anak di Desa Conggeang Kulon agar mampu membendung berbagai kejadian kekerasan terhadap anak.

Hal itu disampaikan karena upaya perlindungan anak bukan hanya tanggungjawab keluarga melainkan pemerintah berkewajiban dalam melindungi anak dari kekerasanang dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan, keluarga, masyarakat serta anak secara bersama-sama.

“Untuk membentuk PATBM dibutuhkan orang-orang yang peduli terhadap perlindungan anak termasuk Tokoh Anak, Pemuda, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, dan Aparat Pemerintah Desa,” ungkapnya.

Tim Koordinasi PATBM Kabupaten Sumedang melalui Cindy Husena SP MT memaparkan, peran pemerintah desa dalam perlindungan anak selaku terkait fungsi perencanaan, koordinasi desa/kelurahan, monitoring dan evaluasi.

Cindy mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam upaya perlindungan anak. Jika ada kekerasan anak di lingkungan sekitar segera melapor ke RT/RW atau Pemerinta Desa setempat.

Jika tidak memungkinkan bisa dirujuk ke P2TP2A Kabupaten Sumedang yang melayani pengaduan, konseling dasar, mediasi, pendampingan, penjangkauan, dan rujukan bagi perempuandan anak korban kekerasaan.

“ Layanan tersebut yang berlokasi di Kantor Dinsos P3A Kabupaten Sumedang dipungut biaya alias gratis.” ungkapnya

Sementara itu, Yuvita Pratiwi, S.Pd selaku narasumber kedua mengatakan, ada 13 jenis kerentanan anak, beberapa diantaranya Anak yang berada dalam rumah tangga sangat miskin.

Anak yang pernah menikah, Anak yang tidak memiliki akta kelahiran, Anak dengan kedisabilitasan, Anak penyandang penyakit kronis, Anak dengan HIV/AIDS, Anak usia sekolah tapi tidak sekolah.

Anak bekerja, Anak dengan kapasitas orang tua /pengasuhan buruk, Anak dengan keluarga migran, Anak yang tinggal di Panti asuhan, Anak yang berhadapan dengan hukum, dan Anak yang menjadi korban kekerasan.

Sehingga PATBM nantinya di masyarakat berperan untuk memberikan perlindungan dan perhatian pada anak sehingga dapat memberikan ketenangan pada orang tua, warga sekitar.

Kemudian meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bagaimana memenuhi hak-hak anak sehingga tindak kekerasan akan berkurang.

Aktivis PATBM dapat memberikan layanan pada korban kekerasan karena ketidaktahuan orang tua korban tentang apa yang harus dilakukan.

“Untuk mengoptimalkan peran PATBM sering melakukan sosialisasi baik pada lingkungan setempat/masyarakat dan sekolah-sekolah .” ujar Yuvita

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button