Berita Desa

Bersama JSH, KIM Sumedang Siap Perangi Hoaks

conggeangkulon.desa.id – Jabar Saber Hoaks (JSH) kembali menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas komunikasi publik pada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), kali ini diadakan di Sumedang dalam rangka sapu bersih (saber) hoaks.

Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Hanjuang Hegar,  Jumat (9/4/2021) Cimalaka dihadiri Perwakilan Diskominfo Provinsi Jabar,  Kadiskominfosanditik Sumedang, serta beberapa narasumber, baik dari provinsi maupun kabupaten.

Tommy, Tim Jabar Saber Hoaks (JSH) mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menanggapi berita dan informasi sehingga dapat melakukam filterisasi mana berita yang benar dan mana yang bohong.

JSH, yang berdiri di Bandung, dalam setahun mendapatkan lebih dari 6.000 pengaduan, dan lebih dari 50 persen pengaduan adalah benar-benar hoaks.

Di tempat sama, Ketua KIM Nasional memaparkan tentang kondisi netizan di negeri Indonesia. Menurutnya, pemberantasan hoaks di Indonesia harus sudah masuk ke ranah perbaikan administrasi dan hukum.

Kegiatan yang dipimpin moderator Kabid Komunikasi, Wahyu ini juga menghadirkan Maman Koswara Ketua Umum KIM Sumedang dan Rauf Nuryama Ketua 2 KIM Sumedang.

Rauf mengajak seluruh anggota KIM, RAPI dan para relawan TI untuk melek literasi digital, dengan cara banyak membaca, memahami, menganalisa apakah produk berita itu benar atau tidak, kemudian melakukan verifikasi sebelum melakukan publikasi kepada pihak lainnya.

Rauf juga mengajak masyarakat Sumedang untuk memerangi hoaks.

“Insha Allah, di FK KIM akan kami siapkan tim seperti di Jabar, yang khusus menangani pengaduan hoaks. Sumedang Saber Hoaks akan menjadi mitra JSH ke depan,” kata Rauf yang disambut baik oleh Tommy.

Sedangkan pembicara terakhir, Maman Koswara atau biasa dipanggil Mako  mempublikasikan aplikasi yang menjadi kebanggan FK KIM ke depan, yakni Si Mpok Imas atau Sistem Informasi Kelompok Informasi Masyarakat.

“Melalui Si Mpok Imas, masyarakat di Sumedang akan mengetahui informasi baik yang terjadi di pedesaan langsung dari KIM desa,  maupun informasi dari perkotaan termasuk informasi pemerintah,” jelasnya. (Abas)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button